Motivator itu Omong Doang, Mana Prakteknya?

tmiMotivator itu bisanya cuma bicara saja, coba dia dihadapkan pada masalah dan dia yang terkena masalah, apa bisa dia sehebat seperti yang diomongkannya?” kata-kata ini sungguh sangat menginspirasi saya sebagai motivator [baca : pembelajar]. Bahkan kalimat senada pun tak jarang saya dapati dari keluarga dekat saya yang sudah menyaksikan bagaimana saya bekerja sehari lalu mendapatkan  gaji sebulan bila saya bekerja jadi karyawan.

Saat ini sambil saya menulis ulasan menjadi motivator saya berpikir skill pertama yang wajib dimiliki seorang motivator yaitu kemampuan menjual diri dengan sangat baik dan laku keras. Tanpa kemampuan menjual diri maka siapa yang akan beli dan siapa yang akan menggunakan jasanya sebagai motivator?

Keberuntungan sekarang karena adanya arus gelombang IT, ketika keajaiban internet dibuka dengan sangat dahsyat maka kesempatan menjadi motivator yang menjual diri melalui media online sangat terbuka lebar. Dan saya telah membuktikan bagaimana menjual jasa sebagai motivator dengan sangat ajaibnya. Telepon, sms, chatt BBM, di sosial media bertubi-tubi masuk mengajukan permintaan agar saya menjadi narasumber motivasi / training dalam  sebuah acara perusahaan, lembaga, instansi, yayasan, dosen, guru, pribadi, mahasiswa dan semua klien yang telah bekerja sama dengan saya.

Menjawab ungkapan “Motivator cuma omong doang” maka saya saya berikan detail penjelasan bahwa tulisan ini merupakan tulisan yang nantinya saya bukukan menjadi buku dengan judul 5 Pilar Mewujudkan Impian. Dan menjadi motivator merupakan impian saya yang menjadi kenyataan. Bukti lainnya saya mempraktekkan bisnis dengan membuka usaha bimbingan belajar, desain web, terapi, pelatihan-pelatihan, EO, jualan rumah, penerbitan buku dan segala macam jenis usaha yang saya tekuni bersama profesi saya yang utama sebagai Motivator.

Keterampilan menjual diri sebagai motivator berisi beberapa hal yangwajib diperhatikan yaitu : wajib menjadi pribadi yang suka belajar, terus update keterampilan terbaru, memperluar pergaulan, memperbanyak link / jaringan bisnis, dan sering berbagi gratis di komunitas-komunitas tertentu atau bila berbayarpun cukup untuk akomodasi pulang-pergi dan uang saku yang telah disiapkan oleh panitia pembuat acara (EO).

#ILYAS_AFSOH#
Trainer Motivator Indonesia
0821.4150.2649
0896.1065.9643

Advertisements

About ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
This entry was posted in 5 pilar mewujudkan impian and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Motivator itu Omong Doang, Mana Prakteknya?

  1. Ryan says:

    memang mas, banyak yang bilang kalau motivator hanya bisa omong doang.
    tapi itu tantangannya kan ya mas? bagaimana menunjukkan sebaliknya kepada para peserta seminar.

    ===
    (y)

    Like

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Ilyas…..

    Tentu sekali tugas motivator adalah memotivasikan insan lain. Makanya, sebelum bisa menjual diri untuk tujuan di atas, seharusnya motivator perlu menunjukkan motivasi dirinya dan hasil yang dilakukannya agar dapat dijadikan contoh. Motivasi bukan sekedar “air liur” sahaja. Ia malah lebih dari apa yang kita harapkan dalam dunia pembelajaran ini.

    Kagum dengan motivasi mas Ilyas dalam membangun diri dan kerjaya. Semoga diberkati Allah SWT.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Like

  3. Pingback: Trainer Motivator Indonesia, kok tinggal di Semarang??? | Trainer Motivator Indonesia

  4. Pingback: Motivator di Semarang | Pembicara Narasumber Dahsyat Semarang 082141502649

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s