Ibarat Menulis

Setiap keterampilan di dunia ini bisa dipelajari, begitu juga keterampilan menulis.
Apabila Anda bisa belajar setir mobil, maka Anda juga bisa belajar keterampilan menulis.

Masih ingatkah Anda, bagaimana pertama kali Anda belajar mengemudi mobil ?, bagaimana Anda mengontrol gas, rem kopling ?, Anda masih ingat bagaimana Anda menekan pedal gas terlalu dalam sehingga bunyi mesin seperti mengaum, dan bagaimana reaksi Anda ketika Anda tahu bahwa anda sedang belajar ? Mungkin saja Anda saat itu, tertawa sendiri, cekikikan menertawakan diri Anda yang baru belajar mengemudi mobil, tetapi Anda tidak menyerah, anda maju terus.Maka gunakanlah acuan belajar mengemudi mobil sebagai acuan untuk belajar menulis, pasti akan bisa menulis.

Lalu Anda bertanya pada mentor Anda, pak cara maju dan mundur bagaimana ? cara memutar mobil bagaimana ?, cara mengetahui haluan kiri kanan dengan benar bagaimana ? bahkan berkali-kali mesin mati karen akontrol kopling yang kurang sempurna, sesekali Anda salah menginjak pedal, harusnya rem yang diinjak tetapi malah pedal gas, untungnya ada pelatih yang mengarahkan Anda, yang selalu siap menarik hand rem untuk menghindari mobil kebabalasan.

Mungkin juga Anda tidak sabar, karena harus belajar maju dan mundur saja di posisi persneling satu, padahal  Anda sudah ambisi ingin melaju dengan kencang. Sabar, itu nasehatnya. Begitu juga dengan menulis, Anda harus sabar setahap demi tahap menyelesaikan proses yang harus dilalui. Anda tidak boleh menyerah putus asa, Anda harus maju terus.

Dengan mengibaratkan proses belajar menulis dengan proses belajar menulis maka belajar menulis menjadi mudah. Belajar menulis butuh waktu dan biaya, itu sangat betul. Bukankah ketika belajar setir mobil kita juga kena biaya ? Seperti sebuah lembaga kursus di Semarang yang memasang tarif antara 250.000 sampai 400.000 untuk belajar 5 kali pertemuan dengan satu pertemuan satu jam. Tarif semakin rendah, maka layanan juga rendah seperti tanpa AC, mobil yang harganya juga di bawah. Dan hari belajar juga di hari-hari biasa meliputi Senin, selasa, Rabu, Kamis dan Jumat.

Agar belajar menulis semakin membuat Anda bersemangat saya kutipkan majas berikut ini :

“Belakang parang pun jika diasah lama-lama menjadi tajam juga ”

Terjemahan bebas saya yang saya hubungkan dengan belajar nulis buku adalah : Betapapun tidak tahu dan tidak mengertinya Anda di dunia kepenulisan, jika Anda serius belajar, tekun menulis maka Anda nantinya juga jadi penulis.

Dengan selesainya tulisan ini, maka tugas saya dalam merampungkan buku ke-2 ini juga telah selesai. Saya hanya butuh menambahkan beberapa pelengkap, lampiran pendukung, serta lay out tata letak halaman, menata baris , mengedit daftar isi , daftar pustaka, membuat kata pengantar, serta membuat desain cover buku, pergi ke tukang foto karena saya ingin foto saya yang terbaru diikutkan juga di buku ini.

Advertisements

About ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
This entry was posted in 2 Inspirasi Menulis Buku and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s