Cerita Bersambung (bagian 99)

Cerita pendek bagian ke 99 ini merupakan seri lanjutan dari cerita bersambung bagian 100 yang pernah aku tulis satu setengah tahun yang lalu.

setelah satu setengah tahun yang lalu, padahal tepatnya adalah hampir dua tahun, saat dia merindukan kekasih hatinya yang tak kunjung datang, dan dilihatnya bunga melati yang selalu saja mekar setiap hari.
Entahlah, begitu ajaib ia melihat bunga melati di halaman rumahnya selalu saja ada yang mekar setiap pagi, dan setiap melihat melati, ia seperti melihat gadis manis yang disukainya.

Seringnya, pada saat ia ingin menulis cerita pendek seperti ini, kalimatnya campur baur, tanpa ada garis jelas ia mau menulis apa, bahkan ketika nanti tulisannya sudah selesai, ia merasa yakin saja pasti ada penerbit yang mau menerbitkan tulisannya, atau diterbitkan sendiri, dijual sendiri.

sejenak, kembali pada realitas kenyataan hidup yang dialaminya, sore ini dia dapati dirinya , “Bukankah seharusnya aku sudah sukses?” Bukankah aku tidak harus menjadi karyawan lagi dengan gaji standart UMR yang tidak seberapa?, “tidak cukup menyakitkankah menjadi karyawan dengan gaji kecil seperti ini?” Harus naik motor ke sana  kemari mencari sponsor jalan sehat ke perusahaan – perusahaan yang tidak pernah dikenalnya. Sungguh ia berjalan dengan konsep jurus mabuk, meskipun ia tidak – benar-benar mabuk karena ia punya impian besar sekarang.

dimulai dari mana menuliskan impian besarnya?
Apakah dari cita-citanya memiliki penghasilan satu milyar pertama dari bisnis online nya dengan jualan kue jemblem dan jual celengan kertas berbentuk rumah yang sampai hari ini belum ada yang order ? atau dari kesungguhannya menerbitkan tulisan acak – kadut seperti ini ?

Cukup !!! Sudah !!! , ia meneriaki pikirannya yang tidak mendukungnya dalam menulis, wahai pikiranku berikan aku inspirasi jangan menghalang-halangiku dari meraih kemauanku kuatku menerbitkan buku, jangan lagi bilang ini sampah pikiran, atau tulisan sampah, katakan ini adalah proses kreatif dahsyat, konsep menulis tanpa konsep, karena yang ia tahu ada seorang penulis nekad yang nekad nulis tanpa aturan apapun, aturannnya hanya satu , melakukan menulis.

Oke, ia sudah menulis, bahkan kadang salah ketik huruf, harusnya kalimat betul tetapi tertulis benul, .
Oke, stop di sini , mana cerita bersambungnya? Mana novel dahsyatnya ? Mana kelanjutan dari Nur, gadis manis yang termangu di depan jendela memandang hamparan sawah menguning oleh padi warga tenaru, dimana sawahnya telah disulap menjadi pabrik, pabrik milik wings, PT Wings, perusahaan sabun deterjen so klin, yang memenuhi pasar dan menggoyang indomie dengan produk mie sedapnya.

ayolah, Alur cerita, alur kisah ini harus berlanjut tentang lelaki siswa sma yang naksir kawan sekolahnya namun tidak mengerti teori komunikasi dan bagaimana mengungkapkan rasa sukanya pada gadisnya itu, Kalau saja ia bisa kembali ke masa itu, dimana ia sudah memiliki sedikit keberanian setelah mengikuti seminar motivasi dangan teriak yes yes yes, ia pasti berani bilang, “Aku suka kamu,” ‘Aku sayang kamu” “Aku padamu” “Aku ingin kamu” Atau apalah, meski jawaban apapun yang ia terima dari Nur, pasti ia siap menerima dengan lapang dada, karena ia sudah punya ilmu ngotot, ilmu negosiasi, bukan ilmu egoisme pribadi bocah sma.

Egoisme itulah yang mendorongnya menuliskan kisah cerita pendek yang terdiri dari lembaran-lembaran kisah yang sebenarnya masih ia simpan dari istri nya tercinta yang sedang tertidur pulas, ia menoleh pada istrinya, diciumnya dan ia ucapkan mantra saktinya , Aku sayang pean mi,” Kata-kata itulah yang membuatnya menang dalam persaingan perebutan hati istri yang dimenangkan dalam kontes memenangkan persaingan dari puluhan hati lelaki lain yang berusaha menawan istrinya.

baiklah, mulai sekarang ia berkomitmen menuliskan ceritanya di sebuah blog gratis yang selalu saja nomor satu di google , komitmen yang dia pegang bahwa menulis cerita bersambung ini tidak harus seribu word, kalau memang harus diakhiri dengan kata bersambung, ya diakhiri saja meskipun di penghitung blog belum menujuk 1000 kata, atau mencoba bermain kalimat dan susunan kata sehingga tercapailah tulisan dengan seribu kata. Tidak kurang dan tidak lebih.

Tidak kurang semarangatnya ,menuliskan kisah cintanya saat sma dan saat bekerja sebagai karyawan yamaha di PIER Pasuruan, dimana saat menjadi karyawan ia tidak mendapatkan satu pun wanita yang disukainya, dan sekarang ia tahu, karena ia tidak serius membuka hati pada wanita atau mungkin ada mental blog yang menghambatnya , merasa minder ketika berhadapan dengan wanita cantik, padahal sekarang, ia begitu pedenya karena telah tahu jurus-jurus rayuan maut. Ahhh, waktu memang memberikan rahasia dan pelajaran berharga.

Bersambung ke Cerita Pendek , ehmm ia masih belum pasti apakah tulisannya diberi judul cerita pendek atau cerita bersambung ya? atau bergantian antara keduanya, yang pasti sejak ia belajar matematika pelung, maka tulisannya seperti wujud dari peluang kata-kata yang saling terkait dan bermunculan bergantian, setelah ini maka muncul peluang yang lain, dan bagusnya adalah kalimatnya sangat bagus , begitu alamiah, sebab ia bukan mahasiswa bahasa yang meski diikat dengan segala aturan baku, kata ,kalimat, font, atau apalah… atau apa saja yang berkaitan dengan tata bahasa.

katanya tata bahasa itu perlu, sebab kita mesti membedakan kapan menggunakan kalimat resmi dan tahu saat memakai ucapanyang tidak formal, tata bahasa menunjukkan kelas, kelas mencerminkan pendapatan, pendapatan bisa diperbaiki dengan memperbaiki perbendahraan kata-kata sukses, kata-kata yang memberdayakan , dan bukan  hanya keluhan, denga begitu terbukalah pintu rejeki menuju satu milyar pertama melalui banyak cara dan kerja cerdas.

kerja cerdas di sini bukan sekedar perlombaan menulis kisah yang ada di otakku, mengingat-ingat masa lalu, lalu mengikatnya dalam emosi mendalam di penghitung kata ke delapanratus tiga puluh tujuh, kerja cerdas di sini menangkap segala inspirasi yang berhubungan dengan alur novel dengan sambungan kisah 100, kisah paling inspiratif menurut ia sendiri sebagai pengarang yang sesumbar menulis buku dan sampai sekarang terbukti buku itu ada di tangan Anda dan anda baca paragraf nya yang berbelit-belit atau sangat jelas kalau paragraf ini hanya permainan penulisnya saja.

Permainan penulis yang menghubungkan segala sesuatu yang ia lihat,ia rangkai menjadi cerita seru. dimana ia permainkan waktu sekarang , menuju masa lalu,melompat ke  masa depan secara cepat dan acak. Dari yang ia lihat, ia dengar,ia rasakan , ia ramu jadi satu kesatuan utuh. utuh seperti bunyi mp3 kaset alquran bajakan dari syeich as-syudais yang diputar di laptopnya, diputar berulang-ulang dengan mode shuffle on pada surat Yusuf, surat ke-12 dari Alquran yang Mulia.

Sebelum benar-benar mengakhiri kisah ke-99 ini, ia mengingat kembali alur kisahnya terhadapa rasa sukanya kepada kekasih pujaan hatinya yang mulai memakai jilbab saat naik ke kelas 2 sma, kelas 2 D, kelas 2 D berhasil diingatnya dengan sangat baik, ingatan akan emosi mendalam dan deg-degan saat ia pinjam dasi di suatu senin pagi pada Nur, karena ia tidak membawa dasi untuk upaca bendera.

bersambung ke cerita bagian 98.

Advertisements

About ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
This entry was posted in cerpen and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Cerita Bersambung (bagian 99)

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Ilyas…

    walau tulisannya panjang dan membutuh waktu lama untuk membaca sekaligus memahaminya, saya senang membaca sehingga habis. Tulisan ini bener memberi inspirasi ke arah memotivasi diri agar jangan mudah putus asa untuk meneruskan sesuatu yang menjadi impian seperti juga cerita bersambung bagian 99 ini.

    Semoga sukses dengan penulisan dan impiannya mas.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s