Re-imagine!

RE-IMAGINE!: BUSINESS EXCELLENCE IN A DISRUPTIVE AGE
Imaginasi, Kecintaan, Mimpi, WoW.

Tom Peters adalah sebuah fenomena menarik. Dianggap sebagai Ur-Guru (atau Uber Guru atau Gurunya Guru, dalam bidang management), Tom Peters berseberangan pada polar sisi lain dari Peter Druckers. Kalau Peter Druckers adalah sisi ‘otak kiri’ management, maka Tom Peters adalah ‘otak kanan’? Managemen Guru paling top jaman ini, penuh semangat dan emosional.

Berumur 60 tahun pada 2003, Tom Peters adalah pemberi seminar paling laris (dan mahal) di dunia management. Tanggal 5 Maret 2004 ini Beliau akan berseminar di Singapura untuk sehari dengan tiket 1800 $S (sekitar 9 juta rupiah) untuk satu orang. Seminarnya selalu penuh sesak dengan pendengar 500 sampai 1000 orang. Sehari berseminar beliau mendapat bayaran antara 75.000 sampai 100.000 USD, plus tiket dan akomodasi.

Buku pertamanya yang menjadi buku paling laris dalam dunia management abad ini adalah ‘In Search of Exellence’? yang ditulis bersama Bob Waterman saat masih bekerja di konsultan McKensey, buku ini masih saja laris walau sudah berumur 22 tahun. Buku Tom Peters yang lain adalah: A Passion of Excellence, Liberation Management, Thriving on Chaos, Persuit of WOW, The Tom Peters Seminar, Circle of Innovation, Brand You 50 dan beberapa buku lain. Re-Imagine adalah buku Tom Peters yang ke 11. Re-Imagine di terbitkan oleh penerbit DK yang terkenal dengan buku2 spiritual dan buku2 bergambarnya. DK menerbitkan buku panduan perjalanan, Atlas, dan banyak buku2 menarik yang semuanya kebanyakan bergambar dan penuh warna warni.

Dibagi dalam 7 bagian dan 25 bab, buku ini besar dan penuh warna dan gambar. Tom Peters memulai dengan sebuah kemarahan kepada Robert Jaedicte yang merupakan professornya 30 tahun lalu di Stanford University dan terakhir menjadi kepala Audit ENRON saat kena masalah, dan mangaku tidak tahu apa2 tentang kesalahan ENRON. Tom meminta Stanford untuk melepaskan gelarnya karena malu. Tom tidak pernah netral, sangat memihak dalam pandangan hidupnya, baik itu benar atau salah, dan misinya adalah sebuah kuburan dengan tulisan ‘He was a Player’?. Dia ingin menjadi pemain dalam hidup ini, tidak duduk dibangku cadangan, tetapi turut serta dalam merubah dan membentuk dunia ini.

Dunia telah berubah, dan selalu akan berubah terus.Kalau anda tidak suka perubahan, maka anda sebentar lagi akan punah, hilang tak berbekas. Revolusi adalah kata kunci, berubah dengan cepat, berubah dan berubah lagi, melewati kegagalan, kegagalan lagi, sukses besar, dan sudah itu mati. Semangat itulah yang dianggap tepat oleh Tom. Perusahaan model favoritnya adalah Netscape, muncul, merubah dunia, sudah itu sirna, semua dalam kurun waktu 5 tahun saja. Atau seperti Mozart, lahir, menciptakan musik yang indah, dan mati pada umur 35 tahun. Hidup ini tidak untuk selamanya, tapi kita mesti berbinar binar waktu kita hidup, dan punya arti.

Sekarang adalah jaman dunia yang berkelebihan, jaman enak, dimana teknologi telah merubah cara kita hidup dan bekerja. Pada 1970 butuh 108 orang selama 5 hari untuk membongkar muatan sebuah kapal container barang, tahun 2000 hanya butuh 8 orang selama sehari untuk melakukan hal yang sama. 540 hari kerja orang menjadi 8, penuruan 98.5% dalam kebutuhan otot tenaga kerja. Ini adalah revolusi buruh, berkurangnya kebutuhan tenaga otot. Tom memprediksi akan terjadi hal yang sama pada ‘white collar’?, pekerja kantoran. Akan terjadi pengurangan besar2an akan kebutuhan tanaga kerja karena revolusi computer dan teknologi. Kalau anda tidak punya sebuah keahlian khusus dan menjadi orang kebanyakan maka anda tidak akan berarti apa-apa dalam kehidupan ini. Dan betapapun kerasnya kita bekerja, tidak akan dapat uang banyak.

Internet telah merubah dunia, internet telah merubah cara hidup kita. Cisco, Oracle, IBM, GE, amazon, semuanya akan masuk ke dunia maya. Memang ada kagagalan di usaha dunia maya, tetapi bukan berarti internet tidak berguna atau tidak berkembang dalam dunia ini, sebaliknya semua kegiatan hidup kita sekarang telah menjadi satu terintegrasi pada internet.

PFS, Proffesional Service Firm, adalah sebutan Tom untuk perusahaan, department, bagian, devisi, atau unit business yang berisi satu orang atau 100.000 orang. PFS haruslah memberikan solusi yang terbaik dan memberi nilai tambah pada apapun yang dilakukannya.Selalu pertanyakan Apa yang sangat spesial tentang devisi/ perusahaan/ anda? Siapapun (dan apapun) anda. Solusi adalah kata kunci jaman ini. Solusi terbaik untuk masalah yang ada. Tom tidak percaya akan ketidak berdayaan, selalu ada jalan, dan ketidak berdayaan dapat selalu diubah menjadi kesempatan besar untuk menjadi hebat, di bagian apapun kerja anda.

Kata WOW dan PASSION dalam dunia management dipopulerkan oleh Tom Peters, kini Tom mulai memasukkan kata baru DREAM, mimpi adalah segalanya. Mimpi adalah harapan, mimpi adalah marketing, mimpi adalah hidup ini sendiri.Kecintaan kita ada brand, kecintaan kita akan kerja kita, kemauan kita menciptakan kerja yang WOW, dan kemampuan kita menawarkan mimpi, menjalani mimpi dan merealisasikan mimpi, semuanya adalah esensi bisnis itu sendiri.

Design, sebuah kata yang biasanya jauh dari management, mendapat bab khusus dalam buku Re-Imagine. Design membedakan cinta dengan benci, sukses dengan gagal, dan kenikmatan dan kejenuhan. Apple, BMW, VW, Sony, Google, Porche, Harley Davidson, beberapa perusahaan yang tahu bagaimana mendesign dengan baik. Kalau pas, design adalah cinta; kalau tidak tepat, design membuat kita marah. Designer adalah orang yang berpikir dengan hatinya. Tidak semua orang berbakat design, tapi kemauan untuk lebih sadar dan menghargai design adalah sebuah awal yang baik.

Branding adalah sebuah identitas, yang membedakan kita dengan orang lain. Who are you? Siapa anda, apa yang membuat anda secara dramatis berbeda dengan seratus kompetitor anda yang lain. Branding dan leadership adalah saudara kembar, keduanya menjanjikan sesuatu yang kita percayai. Hanya api cinta yang dapat mewarnai brand kita dengan baik.

Tom mulai mempopulerkan tentang wanita sebagai opportunity terbesar pada tahun 2000. Wanita adalah pemberi keputusan membeli terbanyak, dan merupakan pemimpin yang berhasil juga. Ini senada dengan konsep Hermawan Kartajaya dengan ‘Marketing in Venus-nya’, dimana hidup ini semakin ke otak kanan, semakin ke emosi dan semakin lebih membutuhkan experiensial, bukan sekedar feature and benefit saja. 83% pembelian barang2 konsumsi diputuskan wanita, 51% alat elektronik, 91% rumah baru, 92% tiket perjalanan liburan, 60% mobil, semuanya diputuskan oleh wanita.

Kegagalan adalah bagian dari sukses, gagal yang besar dan sering akan membentuk sukses yang besar. Perbaikan perlahan lahan tidak lagi menjadi kelebihan dalam berbisnis. Semua perusahaan saling belajar ‘best practise’? semuanya menjadi sama. Kalau ingin menang besar kita mesti menjadi menjadi perusahaan yang berbeda. High standard deviation firm, adalah konsep Tom untuk sukses besar, punya kepribadian, kembangkan prototype, sebarkan cerita. Mitologi adalah sebuah senjata untuk sukses, cerita adalah bagian dari kenyataan hidup. Perusahaan berkembang dari cerita dan mitologi yang disebarkannya.

Re-Imagine penuh dengan list, Sales 25 list, 20 ways to self desruct, solution 50, 17 habits of design driven company, 10 attitude Brand You, talents 25, Leadership 50, dan seterusnya. Sebuah bab tetang sales, yang intinya semua orang adalah salesman, mau atau tidak, dan kita semua harus mampu melakukannya, mau atau tidak. Tanpa sales, tidak ada WOW, tidak ada mitologi, bisnis tidak bisa bertahan, semua akan habis. Pekerjaan pimpinan terpenting adalah motivasi, fasilitasi, dan sales. Kita semua adakah penjual, kita menjual idea, barang, service, proposal, jasa, dan mimpi, kepada orang lain.

Talent, kunci sukses perusahaan masa depan. Setiap kita harus mempunyai kelebihan yang unik. Kemampuan yang lebih pada bidang yang kita kerjakan. Kita hidup dalam dunia ‘Brand You’?, sebuah keunikan pribadi dan kemampuan kita yang dihargai lebih oleh orang lain. Kita harus mampu untuk selalu belajar dan memperbaiki diri dan melewati kegagalan kegagalan kita dengan tetap penuh antusiasme. Berpikirlah seperti wiraswasta, selalu menjual, menyempurnakan kemampuan kita, menertawakan kegagalan kita, mengikuti perubahan teknologi, menyuburkan kecintaan kita akan kerja dan hidup ini. Perusahaan pun untuk sukses harus mempunyai obsesi akan talenta terbaik, kalau mau berkembang dan tumbuh.

Pendidikan kita telah menekan anak didik kita menjadi tidak kreatip dan salah asuhan. Kita membentak mereka karena tidak mau mewarnai didalam garis yang seharusnya. Kita menolak mereka karena mewarnai daun dengan warna hitam. Kita memaki mereka pembohong padahal kita tidak pernah menepai janji ‘besok ya’? kita sendiri. Kita memukul lantai dan menyalahkannya ketika anda kita jatuh, maka herankah kita kalau setelah besar mereka selalu mencari kambing hitam? Harus dilakukan sesuatu untuk pendidikan kita kalau kita menginginkan generasi berikut kita menjadi lebih baik.

Leadership adalah bab terakhir buku panjang yang menarik ini. Leadership 50 adalah list 50 karakter pemimpin idaman ala Tom Peters. Pemimpin adalah pencipta kesempatan, visionaris yang mementingkan keuntungan perusahaan, pekerja yang gila dan mencintai kekacauan dan perubahan. Pemimpin adalah kaum optimistis yang cinta detil dan memperhatikan brand dan design. Pemimpin tahu bersahabat dengan kaum aneh, dapat berbuat kesalahan, dapat mempercayai insting dan talenta yang ada, seorang networker handal yang mencintai politik dan teknologi. Pemimpin yang baik adalah story teller yang mempesona, mengetahui dirinya sendiri, bisnisnya, organisasinya dan fokus bisnisnya. Pemimpin selalu melakukan pekerjaan yang mempunyai arti.

Halaman terakhir diberi kata2 James Dean ‘?Dream as if You Live Forever’. ‘Live as if You Die Today?’. Re-Imagine adalah sebuah buku management yang sangat tipical Tom Peters, penuh semangat, penuh tanda seru!!! (tanda seru ‘!’, juga menjadi ‘logo’? dari Tom Peters Company). Tom Peters berteriak, memaki, menjerit memekakkan telinga. Sebuah buku managemen yang teatrikal dengan penuh gambar berwarna yang bisa dinikmati sepotong potong sebagai buku peneman minum kopi. Kalau anda mencintai Tom Peters seperti saya anda akan menikmati beberapa hari/minggu yang indah penuh kenikmatan. Saya telah membeli 10 buah Re-Imagine dan saya bagikan ke teman2, jadi pasti, ini sebuah buku keharusan untuk siapapun yang suka membaca. Buku Re-Imagine ini bahkan telah direview di CNN dan hampir semua media besar lainnya, serta telah menjadi bestseller di Amerika.

copy paste from :
http://www.tanadisantoso.com/v50/BookReview/index.php?act=detail&rid=35

Advertisements

About ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
This entry was posted in salesmanships and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Re-imagine!

  1. nice info…salam sukses selalu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s