anak dolpin

Anak dolpin (Lumba-Lumba) itu, belajar dengan menabarakkan tubuh kecilnya ke karang, Bunda Dolpin yang tahu apa yang dilakukan anaknya akan membahayakan keselamatan anaknya segera memasang badannya diantara karang dan anaknya.

Tentu saja, sang anak Gagal menabrak karang, Sang anak merasa jengkel dan marah karena rencana pembelajarannya dihalangi, Marah karena MERASA DIHALANGI sehingga gagal.

Padahal apabila Memperhatikan dengan seksama, Dihalanginya keberhasilan Anak dolpin merupakan Bentuk KASIH SAYANG yang belum dipahami Anak dolpin.

BAGAIMANA dengan Anda?

ILYAS ASIA / MARKETING MANAGER LBB BCC / 031 9150 8118 /

BLOGER GRESIK = bloger asia.

Advertisements

About ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
This entry was posted in motivasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to anak dolpin

  1. ILYAS ASIA says:

    Selamat Tahun baru.
    Belajar dari alam
    Berguru kepada kisah dolpin

    semangat untuk berbagi

    Like

  2. prameswari says:

    Mmm…sering kita dengar orang tua berkata :
    jangan lari2 dijalan
    jangan dekat-dekat kompor
    jangan…jangan…jangan…huh

    cobalah mulai dengan melarang dengan alasan yang masuk nalar
    Lari-larilah di halaman, supaya aman dan selamat
    Kompor itu berbahaya karena ada api yang bisa membakar
    lebih manis kan…

    hmm selamat Tahun baru…terimakasih kunjungannya

    Like

  3. seharusnya setiap proses itu dipahami sebagai bentuk kash sayang

    Like

  4. achoey says:

    Kasih sayang harusnya menemani setiap proses dalam perkembangan setiap mahluk.

    Semangat!

    Like

  5. Selamat … alam meberi pelajarn buat kita

    Like

  6. diandra says:

    Assalamu’alaykum…mas ilyas,
    aku diandra, yang gabung juga di komunitas TDA.
    mau mampir ke BCC tapi belum sempat, padahal dekat ya…
    Kemarin lusa habis ujian draf, jadi masih agak bingung dengan revisi…revisi!!
    May awal tahun depan, aku baru ke BCC, sekalian naruh surat lamaran..He..he.
    Boleh kan?

    Comment ceritanya: Nature vs Nurture
    Best regard
    diandra-freshmind@blogspot.com

    Like

  7. mybenjeng says:

    menarik ceritanya

    Like

  8. liecha says:

    kalau menurut aku si anak dolpin masih anak2 blum bisa berpikir dewasa.. dan kalau si ibu dolpin menjelaskan alasannya mengapa menghalangi tindakannya… aku rasa si anak dolpin jadi tahu kalau yg dilakukannya salah.
    intinya komunikasi perlu antara anak dan orangtua..
    sering orang tua melupakan bahwa seorang anak butuh penjelasan dan jg tindakan. bukan slah satunya saja.. misalnya cuma bertindak tpi membuat anaknya bingung dan akhirnya benci kpd orgtua. kalo hanya menasehati saja tpi tdk memberi contoh jg akan membuat anak jd ragu…
    menurut aku sih begitu..

    Like

  9. silmikaffa says:

    Assalâmu ‘alaykum wr.wb…
    Salam kenal mas Ilyas.
    Jawabanku di http://silmikaffa.wordpress.com/2008/12/24/selamatkan-anakku-ya-rahman/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s